JAMBORE MEDICAL INDONESIA
dr.Jondri Akmal, M.A.R.S
Koordinator Bidang Media, Sosial Media, dan Dokumentasi IDI Wilayah Riau
Dalam upaya mewujudkan visi IDI yang visioner tersebut maka Sang Ketua Umum IDI Wilayah Riau, dr. Zul Asdi, Sp.B., M.Kes berpikir bagaimana membuat sebuah kegiatan yang mampu memadukan kebersamaan, kesejawatan sekaligus dapat meningkatkan kepedulian kepada masyarakat. Maka pengalamannya yang sangat panjang dalam berorganisasi selama ini menuntun dia untuk membuat kegiatan apa yang disebut medical camp.
Adalah pertengahan bulan Februari 2018 yang silam segenap anggota Ikatan Dokter Indonesia wilayah Riau yang berjumlah sekitar 700-an orang, di bawah komando dr.Zul Asdi bersempena mengadakan sebuah kegiatan yang diluar kebiasaan. Kegiatan Apa itu ? Mereka menyebutnya Riau Medical Camp (RMC).
RMC adalah sebuah kegiatan para dokter di provinsi Riau melakukan kemping bersama di Bumi Perkemahan Tengku Buang Asmara, kabupaten Siak. Sebuah Bumi perkemahan (Buper) yang bertaraf internasional yang terletak di kabupaten Siak. Kenapa bertaraf Internasional? Karena semua sarana dan prasarana yang disediakan berstandar internasional, buktinya Bumi perkemahan ini sudah sering digunakan sebagai bumi perkemahan pramuka baik dari anak pramuka Indonesia maupun anak pramuka Malaysia.
Kegiatan RMC ini memadukan kepedulian para dokter Riau kepada masyarakat Riau dan memupuk kebersamaan sesama teman sejawat. Memupuk kebersamaan sesama teman sejawat didedahkan dengan kemping pada hari Sabtu dan Minggu (Persami). Dalam persami ini diadakan acara yang merekatkan kebersamaan. Dalam acara ini dibuat kegiatan mempererat tali persudaraan, jalinan silaturahim antar sesama IDI cabang. Atau antara IDI cabang dengan IDI wilayah. Dengan acara Persami ini silaturahim antara sesama teman sejawat dokter se Riau semakin erat.
RMC ini juga ditujukan untuk memupuk kepedulian terhadap masyarakat Riau. Dalam RMC ini, pada hari keduanya semua dokter yang menjadi peserta tadi akan melakukan pengabdian kepada masyarakat suku terasing di wilayah kabupaten Siak. Tepatnya di desa Penyengat Kecamatan Sei Apit. Di desa Penyengat Sei Apit ini terdapat mayarakat suku terasing yang dinamakan Suku Anak Rawa. Jumlah penduduk di desa Penyengat ini sekitar 1.456 jiwa sedangkan jumlah Suku Anak Rawa sekitar 40%nya. Pekerjaan Suku Anak Rawa adalah petani dan nelayan. Di desa tetangganya yang berbatasan dengan Kabupaten Meranti juga ada suku terasing lainnya, mereka menyebut suku Akit. Masyarakat suku Akit ini disebutkan lebih banyak sebagai nelayan.
Pada hari Minggu, 11 Februari 2018, disinilah para dokter se-Riau melakukan pengabdian masyarakat dalam berbagai kegiatan seperti pengobatan massal dengan menurunkan full tim, maksud saya dengan berbagai macam dokter spesialis, seperti dokter spesialis penyakit Dalam, dokter spesialis Paru, dokter Kulit, dokter THT, dokter Kandungan, dokter Anak, dan lainnya. selain pengobatan ada juga kegiatan penyuluhan tentang dipteri, kemudian ada pemberian jamban sehat atau sumur Bor sebagai sumber air bersih.
Kegiatan RMC ini terbilang sangat sukses. Buktinya kegiatan tersebut sangat diapresisi oleh kepala daerah kabupaten Siak dan juga Gubernur Riau. Masyarakat suku terasing juga sangat berterima kasih dengan sentuhan pengobatan oleh dokter se-Riau ini. Mereka minta diadakan setiap tahun. karena kegiatan ini sangat menyentuh kesehatan masyarakat.
Disebabkan begitu suksesnya acara ini, di apresiasi oleh kepala daerah, di hadiri ratusan masyarakat maka Zul Asdi berpikiran akan menaikan derajat Riau Medical Camp ini menjadi Jambore Medical Indonesia. Ya sebuah Jambore Medical Indonesia bertaraf nasional dan ini mungkin yang pertama di Indonesia. Ya sebuah mimpi yang punya peluang untuk di perjuangkan.
Begitulah agaknya salah satu pokok pikirannya dalam memadukan rasa kebersamaan, kesejawatan dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, terutama masyarakat suku terasing.
Dan tahun ini, 2022, setelah 4 tahun yang lalu, Medical Camp akan diadakan lagi di daerah wisata Candi Muara Takus kampar, Riau. acara ini mungkin juga merupakan acara perpisahan dengan sang ketua akan mengakhiri masa jabatan keduanya sebagai ketua IDO wilayah Riau.
Semoga sukses.
*Penulis adalah Koordinator Media, Medsos dan Document IDI Wilayah Riau periode 2019-2022