Wikipedia

Hasil penelusuran

Sabtu, 08 April 2023

PUASA OBAT STRES

dr. Jondri Akmal, MARS => Dokter dan Praktisi Kesehatan
Era sekarang identik dengan zaman kemajuan. Zaman kini sama dengn era tekhnologi mutakhir. Tatkala hidup di era kekinian membuat hidup kita semakin mudah, namun tak ada yang menyangkal bahwa hidup dalam era ini justru membuat kasus stress semakin meningkat. Kok bisa begitu? Seharusnya bila hidup semakin mudah seharusnya tekanan hidup atau stress semakin berkurang. Tetapi kok banyak yang stress? Sekarang mari kita lihat dulu beberapa fakta. Menurut penelitian dengan metode jajak pendapat terhadap 3000 orang di negara Lady Diana menyebutkan bahwa para pekerja di Inggris itu mengalami stress lebih banyak, yakni lima jam perminggu disebabkan gangguan tekhnologi. Contoh gangguan itu seperti bunyi telepon atau dering hape, kertas struk habis, tinta printer habis disaat pekerjaan sangat banyak, sampai-sampai orang banyak stress melihat dan membaca komentar di media socialnya (Fb, IG, Tik Tok). Fakta kedua, riset yang dilakukan oleh Pew Research Centre di Washinton DC tahun 2015, terhadap 1.800 orang pengguna twitter. Di sebutkan perempuan lebih sering mengalami stress dibandingkan laki-laki. Fakta ketiga, dikaitkan dengan besarnya jumlah atau frekuensi pengguna media sosial di dunia ini. Para peneliti mengkaji kecemasan yang muncul disebabkan oleh media sosial ditandai dengan perasaan gelisah, khawatir dan susah tidur serta hilang konsentrasi. Penelitian itu juga menemukan bahwa orang-orang yang menggunakan 7 atau lebih jenis media social menderita tiga kali atau lebih gangguan kecemasan dibandingkan mereka yang hanya menggunakan 0-2 kali media social. Dari fakta di atas dapat kita tarik benang merahnya bahwa kemajuan tekhnologi mempunyai dampak negative terhadap gangguan mental, jiwa orang yang menggunaknya terutama gangguan stress tadi. Lalu apa yang mesti dilakukan agar bisa di minimalisir, apalagi kita dalam bulan ramadhan. Benar puasa yang kita lakukan bisa berpengaruh terhadap pengurangan stress di atas. Apakah benar puasa obat stress? Menurut dr.Suhaila ghulom seorang konsultan Psikiater senior di Hamad Medical Corporation menyebutkan bahwa puasa dapat membantu beberapa orang mengatasi stress. Bagaimana hal tersebut dapat diterangkan. Pertama, Dengan puasa ternyata dapat membantu menurunkan kadar hormone kortisol yang bertanggung jawab terhadap terjadinya stress. sebaliknya puasa juga merangsang munculnya hormone endorphin “hormone bahagia” yang bisa meredakan rasa cemas. Selama beberapa hari pertama puasa tubuh akan melapaskan hormone bahagianya ini sehingga orang merasakan suasana hatinya sangat baik atau sangat mood. Bukan hanya hormone endorphin saja yang dilepaskan akibat berpuasa, tetapi ada hormone serotonin, NGF (zat kimia peningkat pertumbuhan sel saraf) dan BDNF (Protein yang merangsang neurogenesis) yang juga menciptakan suasana hati baik. Kedua, puasa bisa mengubah pikiran dan prilaku menjadi lebih baik. Orang yang stress atau depresi misalnya dia akan sering menyendiri. Nah dengan berpuasa dan melaksanakan ibadah pada malam harinya akan merubah prilakunya. Bukankah ibadah taraweh dilakukan berjemaah sehingga sifat menyendiri akan berkurang dan depresi akan hilang Ketiga, puasa dan ibadah lainnya akan meningkatkan interaksi sosial dan dapat berpengaruh terhadap ketenangan jiwa. Tak di pungkiri bahwa bila kita puasa lalu berbuka akan meningkatkan interaksi dengan orang lain. Kemudian ibadah lainnya misalnya taraweh, tadabur Al-Quran atau itikaf di masjid pasti mendorong terjadinya komunikasi, interaksi sosial diantara jemaah. Nah. Dengan interaksi sosial itu orang dapat mencurahkan keluh kesah yang dia rasakan dan dapat dukungan dari orang lain sehingga stress bisa hilang Keempat, puasa dan qiyamal laili yang dilakukan sepanjang Ramadhan berkontribusi pada ketenangan pikiran sehingga dapat mengurangi frustasi yang disebabkan oleh beban hidup. Kelima, Puasa dan banyak membaca Al-Quran akan menjadi obat yang ampuh untuk menghilangkan stress. Alquran juga sebagai Asy-Syifa atau penyembuh. Abduldaem Al-Kaheel dalam bukunya yang berjudul ”Al-Quran The healing Book” menjelaskan ada beberapa ayat yang bisa dibaca saat seseorang menderita sakit, misalnya ketika orang membaca ayat kursi maka mereka dapat sembuh dari beberapa penyakit. Allah akan memelihara orang yang membaca Al_Quran dari seluruh kejahatan, keburukan dan penyakit Membaca alquran dapat menenangkan jiwa dan batin sesuai dengan firman Allah SWT yang dinyatakan dalam surat Ara’ad pada ayat 28 : “Orang-orang yang beriman akan memiliki hati yang tenang dan tentram jika selalu mengingat dengan Allah SWT, maka ingatlah karena hanya dengan Mengingat-Nya hatimu menjadi tentram.” Rasullullah barsabda,”Barang siapa yang membaca dua ayat terakhir surat Al Baqarah malam hari, maka Allah akan melindunginya dari brbagai keburukan, penyakit dan rasa khawatir serta gelisah.
*Penulis adalah dokter dan Praktisi Kesehatan

Kamis, 02 Maret 2023

PELANTIKAN IDI CABANG ROKAN HILIR

Rabu, 1 Maret 2023 Pelantikan IDI Cabang Rokan Hilir yang diselenggarakan di Hotel Lion Bagan Siapi-api, Rokan Hilir dihadiri oleh Wakil Bupati Rohil serta jajaran, Ketua IDI Wilayah Riau terpilih dr. Marhan Effendi, MH., Ketua IDI Cabang Kuansing, dr. Fahdiansyah, Sp.OG., Perwakilan Ketua IDI Cabang Dumai dr. Ferianto, Sp.An, perwakilan IDI Cabang Bengkalis, dan tamu undangan lainnya.
Pelantikan IDI Cabang Rokan Hilir dimulai pukul 09.00 WIB dengan dibuka oleh MC dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, diikuti Hymne IDI dan MARS IDI. Para tamu undangan yang ada didalam ruangan berdiri dan mengikuti dengan hikmat setiap lagu. Dilanjutkan dengan pembaca'an SK Pengurus IDI Cabang ROHIL yang dibacakan oleh dr. Fahdiansyah, Sp.OG dan diikuti oleh pengurus IDI Cabang ROHIL untuk ke depan. setelah pembacaan SK selesai, Ketua IDI Wilayah Riau Terpilih dr. Marhan Effendi, MH mulai membacakan Naskah Pelantikan, Janji Pengurus dan lainnya.

Jumat, 16 Desember 2022

BAKTI SOSIAL RIAU MEDICAL CAMP 2 di DESA MUARA TAKUS DAN DESA BALUNG KEC. XIII KOTO KAMPAR, KAB. KAMPAR, PROV. RIAU

 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai satu-satunya wadah profesi dokter yang berada di Indonesia berperan aktif dalam menjaga kesehatan Bangsa Indonesia. Kesehatan yang dimaksud adalah kesehatan jasmani dan juga rohani. Kesehatan menjadi hal yang sangat penting untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkualitas dan produktif. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagian masyarakat Indonesia masih rendah, hal ini tampak dari kegiatan mandi, cuci, kakus (MCK) dipinggir sungai, dirumah tidak punya jamban sehat dan keterbatasan air bersih.

IDI bersama pemerintah bertanggung jawab memelihara kesehatan masyarakat. Di Provinsi Riau masih ada desa yang jauh dari fasilitas kesehatan yang memadai dan masih adanya kasus Stunting serta daerah terpencil yang tidak tersedia air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Saat ini Stunting menjadi Program Nasional (untuk angka Stunting 24,4%) dengan salah satu kegiatan ini kita untuk bersama-sama berusaha untuk menurunkan angka Stunting idealnya pada tahun 2024 angka Stunting kita harapkan bisa diturunkan ke angka target 14%. IDI Wilayah Riau telah mengadakan rangkaian acara kegiatan RIAU MEDICAL CAMP dan BAKTI SOSIAL IDI yang kegiatannya antara lain penyuluhan Stunting, edukasi makanan bergizi, pembuatan sumur bersih, pembuatan jamban, pemberian sembako untuk keluarga penderita Stunting, pemberian kursi roda untuk penderita disabilitas serta edukasi mitigasi bencana alam dalam rangka menambah ilmu pengetahuan untuk peserta yang terdiri dari tenaga medis dan tenaga kesehatan, konsultasi dan diagnosis oleh dokter spesialis, dan sunatan massal yang dihadiri 464 Peserta yang mana itu belum termasuk Panitia Lokal IDI Cabang Kampar.

Harapan Kami kedepannya agar berbagai rangkaian kegiatan Baksos ini dapat didukung oleh semua pihak, pemerintah, seluruh Ketua IDI Cabang se Riau serta seluruh Organisasi Profesi dibawah IDI. Kegiatan ini merupakan kegiatan Pengurus IDI Wilayah Riau dengan penyelenggaranya adalah IDI Cabang Kampar.

Riau Medical Camp 2







 Tema Medical Camp 2 dan Bakti Sosial    IDI Wilayah Riau 

Kegiatan ini juga dilaksanakan dalam rangka Hari Bakti Dokter Indonesia Tahun 2022 bertema "IDI REBORN, BERBAKTI UNTUK NEGERI, MENGABDI UNTUK RAKYAT"






Tujuan Medical Camp 2 dan Bakti Sosial IDI Wilayah Riau

Tujuan Kegiatan ini:

  1. Menjadi bukti dan wujud bakti serta partisipasi IDI dalam memelihara kesehatan Indonesia khususnya dalam pencegahan stunting di Desa Muara Takus dan Desa Balung Kabupaten Kampar.
  2. Meningkatkan pemahaman anggota IDI terkait mitigasi bencana alam dengan terciptanya kesepakatan mitigasi bencana Riau (Mitigasi Muara Takus).
  3. Sebagai ajang kebersamaan dan silaturahmi, yang akan mempererat kekeluargaan IDI.
  4. Sebagai wahana untuk membentuk kader-kader organisasi, yang mampu melaksanakan amanah dan kebutuhan organisasi.







WAKTU DAN TEMPAT MEDICAL CAMP 2 DAN BAKTI SOSIAL IDI WILAYAH RIAU 2022

Rangkaian kegiatan telah dilaksanakan pada 19–20 November 2022 di Desa Muara Takus  dan Desa Balung Kecamatan XIII Koto  Kabupaten Kampar.

  1. Wisata Gulamo (Tanggal 18 November 2022)

    Sejak dirintis tahun 2017 lalu, wisata alam Sungai Gulamo di Kabupaten Kampar, Riau, kini mulai kembali memikat wisatawan. Bagaimana tidak, pesonanya bak 'Green Canyon' bisa membikin kenangan pelancong untuk berniat kembali mengunjungi objek wisata alam memesona itu.
    Wisata alam yang berada di Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar ini pernah meraih anugerah pariwisata nasional, dengan kategori tujuan wisata baru terpopuler 2019. Destinasi ini menyuguhkan panorama alam memukau. Ngarai bebatuan cadas menjulang kiri kanan, menjadi pemandangan eksotis dibelah aliran sungai. Suasana asri menggoda terbentang di aliran sungai yang mengalir dari Kabupaten 50 Sumatera Barat hingga ke Sungai Kampar Riau.
    Untuk menuju ke destinasi wisata ini, wisatawan mesti melalui titik kumpul di Jembatan 1 Desa Tanjung Alai. Dari kota Pekanbaru untuk menuju lokasi tersebut, perjalanan yang ditempuh 99 Kilometer atau sekitar 2,5 jam menggunakan motor atau mobil. Selama di perjalanan, wisatawan disuguhi panorama persawahan, bantaran Sungai Kampar, dan bukit-bukit yang mengelilingi Danau PLTA Koto Panjang.


    dr. Zulharman, M.Med,Ed Ketua Panitia

    dr. Abdullah Qayyum, MM Sekretaris IDI Wilayah Riau

    Suasana Senam Pagi


























    2. MALAM KESEJAWATAN

Malam Kesejawatan adalah malam keakraban bagi semua peserta saling mengenal, saling menyapa, saling berbagi cerita diantara sejawat dokter, memberikan informasi, edukasi dan juga analisa tentang keadaan yang sekarang terjadi dan kedepannya.


















    3. RANGKAIAN KEGIATAN BAKSOS

Ketua IDI Wilayah Riau Memberikan sambutan Di Pembukaan Baksos RMC 2. Di lanjutkan dengan pengobatan GRATIS, penyuluhan, pemberian kursi roda untuk disabilitas dan lain sebagainya.
Ikatan Dokter Indonesia lahir, tumbuh dan berkembang menjadi organisasi yang memiliki nilai-nilai profesionalisme, integritas etik dan moral, pengabdian, independen dan kesejawatan untuk melakukan upaya-upaya memajukan, menjaga dan meningkatkan harkat dan martabat Dokter Indonesia serta menjadi bagian dalam memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia sebagai tujuan dan cita-cita Ikatan Dokter Indonesia.

Kegiatan yang dilakukan pada Bakti Sosial IDI yaitu skrining dan pemeriksaan penyakit, konsultasi dan diagnosis dokter spesialis, pengobatan, penyuluhan pentingnya pencegahan stunting, pembuatan sumur air bersih dan wc serta pemberian  Sembako untuk keluarga penderita Stunting, Pemberian kursi Roda untuk Disabilitas.












Terima kasih Kepada semua peserta Baksos RMC 2 :
                  1. IDI Wilayah Riau
                  2. IDI Rokan Hilir
                  3. IDI Rokan Hulu
                  4. IDI Bengkalis
                  5. IDI Indragiri Hilir
                  6. IDI Indragiri Hulu
                  7. IDI Pelalawan
                  8. IDI Kuantan Singingi
                  9. IDI Meranti
                  10. IDI Siak
                  11. IDI Kampar
                  12. IDI Pekanbaru
                  13. Perhimpunan se Provinsi Riau
                  14. Rumah Sakit Se Provinsi Riau
                  15. Donatur yang ikut berpartisipasi dalam mensukseskan Riau Medical Camp 2

Selasa, 08 November 2022

Dr H Misri Hasanto M.Kes selaku ANB HEALTH CONSULTAN : PERLU PERBAIKAN SKN, BUKAN RUU KESEHATAN OMNIBUS LAW

Dr H Misri Hasanto M.Kes selaku ANB HEALTH CONSULTAN : PERLU PERBAIKAN SKN, BUKAN RUU KESEHATAN OMNIBUS LAW

Dr H Misri Hasanto M.Kes selaku ANB Health Consultan menanggapi Kajian RUU Kesehatan Omnibus Law yang diselenggarakan oleh 5 Organisasi Profesi ( OP ) Kesehatan di Kampus Unilak, Minggu 6 November 2022, masing masing Organisasi Profesi (OP) Kesehatan yang hadir terdiri dari : IDI (Ikatan Dokter Indonesia),  IBI (Ikatan Bidan Indonesia), PPNI (Perhimpunan Perawat Nasional Indonesia), PDGI (Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia) & IAI (Ikatan Apoteker Indonesia) Diskusi Publik ini sangat menarik dan Fundamental, sehingga diminta para Pemangku Kepentingan ( Steakholder ) terutama pihak inisiator RUU Kesehatan Omnibus Law harus berfikir secara rasional dan objektif dalam merancang suatu produk UU, lebih khusus lagi Pihak DPR RI sebagai lembaga Perwakilan Rakyat yang harus bisa menimbang azas manfaat dan mudarat yang ditimbulkan oleh Produk Politik (UU) dan harus memperhatikan masukan dari masyarakat terutama Organisasi Profesi (OP) Kesehatan.


Menurut pengamatan saya di Pemeritah Daerah, tidak ada masalah antara Pemda dengan OP Kesehatan, justru Mereka bersinergi untuk mewujudkan Derajad Kesehatan Masyarakat yang optimal di Daerah masing masing. Sebagai contoh di Daerah Kepulauan Meranti banyak inovasi Kesehatan yang muncul dari sinergisitas antara Pemda dengan OP Kesehatan, diantaranya adanya MOU Dinkes dengan IDI Cabang Meranti, MOU Dinkes dengan IBI Cabang Meranti, MOU Dinkes dengan PPNI, dan MOU Dinkes dengan IAI. Prestasi yang pernah dicapai diantaranya : Kabupaten Kepulauan Meranti Juara Umum berturut turut tahun 2020 & 2021 di Provinsi Riau dan dalam Aksi Konvergensi Pencegahan dan Penanganan Stunting adalah bentuk dukungan OP Kesehatan, Kabupaten Kepulauan Meranti Juara III Nasional Kader Kesehatan Remaja juga bentuk sinergisitas Pemda, Masyarakat dan OP Kesehatan, serta Puskesmas Teluk Belitung Juara I Nasional sebagai Pelayanan Puskesmas terbaik I kategori Daerah terpencil adalah juga bentuk kerja sama yang baik antara Pemda dengan OP Kesehatan. Ini semua adalah berkat kerja sama di lapangan (Daerah) antara Pemda, OP Kesehatan, dan Masyarakat, artinya selama ini tidak ada masalah Pemda dengan OP Kesehatan. Justru OP Kesehatan sangat diperlukan dalam Pembinaan anggotanya masing masing, seperti :  Pembinaan Etika, Pembinaan Medikolegal, dan Pembinaan Profesi ( Pendidikan berkelanjutan ).


Yang diperlukan adalah Perbaikan Sistem Kesehatan Nasional (SKN), diantaranya penyempurnaan Sistem dan Kurikulum Pendidikan Kesehatan, Perbaikan Pembiayaan Kesehatan, Perbaikan Fasyankes dan Harmonisasi diantara subsistem yang ada, ujar dr H Misri Hasanto M.Kes Kadiskes Kepulauan Meranti tahun 2020 dan 2021 tersebut.


Di era JKN menurut saya ada masalah tentang Politik anggaran di semua level dimana setiap tahun BPJS Kesehatan selalu merugi dan tidak dicari apa akar masalahnya. Kita terpola dengan Rutinitas dan terkesan mencari cari kesalahan, kenapa ini bisa terjadi, menurut saya berapapun Pembiayaan dari Pemerintah untuk JKN tidak akan cukup kalau Program Kesehatan di Puskesmas tidak diperbaiki. Puskesmas adalah ujung tombak pelayanan kesehatan, dimana sasaran utamanya adalah orang sehat, bukan orang sakit. Puskesmas adalah Pusat Kesehatan masyarakat, bukan Pusat Kesakitan Masyarakat. Puskesmas yang benar justru sasaran utamanya adalah orang sehat, bukan orang sakit. Tugas utama Puskesmas adalah Promotif dan Preventif, bukan Kuratif (Pengobatan) dan Rehablitatif. Artinyanya Tugas Puskesmas berupaya melakukan Pencegahan Penyakit dengan Program yang ada, agar orang sehat tetap sehat. Puskesmas bukan Miniatur Rumah Sakit (RS), Fungsi Puskesmas dan RS sangatlah berbeda, tetapi yang terjadi di Era JKN justru Puskesmas Sangat sibuk mengobati (Kuratif) dari pada Pencegahan penyakit (Prefentif), inilah yang jadi masalah besar di era JKN ini. Kalau kita tarik benang merahnya adalah Politik Anggaran harusnya lebih besar untuk Pencegahan penyakit dari pada Pengobatan Penyakit. Kalau fungsi Puskesmas Optimal dalam Pencegahan Penyakit, justru angka kesakitan (Morbiditas) dan angka kematian (Mortalitas) akan berkurang, dan ini akan berdampak besar berkurangnya Anggaran untuk Pengobatan (Kuratif).


Menurut saya kalau kita mau fungsi Puskesmas lebih profesional dan fukos untuk promosi kesehatan dan Pencegahan Penyakit, maka fungsi Kuratif dan Rehablitatif Puskesmas harus dipisah, jangan digabung seperti saat ini. Karena fungsinya digabung inilah yang terjadi, seolah olah Puskesmas sebagai miniaturnya Rumah Sakit (RS) dan tidak fokus menjalankan Program Kesehatan Masyarakat.


Saran buat Organisasi Profesi (OP) Kesehatan di semua level, sebaiknya adakan Audiensi dengan DPRD Kab/Kota, DPRD Provinsi, dan DPR RI sesuai dengan level OP nya.


Kesehatan adalah Hak Azazi Manusia sesuai dengan Amanat UUD 45 dan UU Kesehatan Nomor 36 tahun 2009. Sehingga banyak Dimensi yang terlibat untuk pembahasan sebuah Rancangan UU ( RUU Kesehatan Omnibus Law ) ini, termasuk juga Ormas LPPKI ( Lembaga Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat ), karena masyarakat sebagai Pasien (Konsumen) juga harus dilibatkan, pungkas dr Misri Hasanto M.Kes.

Jumat, 28 Oktober 2022

JAMBORE MEDICAL INDONESIA

 JAMBORE MEDICAL INDONESIA


dr.Jondri Akmal, M.A.R.S
Koordinator Bidang Media, Sosial Media, dan Dokumentasi IDI Wilayah Riau


Dalam upaya mewujudkan visi IDI yang visioner tersebut maka Sang Ketua Umum IDI Wilayah Riau, dr. Zul Asdi, Sp.B., M.Kes berpikir bagaimana membuat sebuah kegiatan yang mampu memadukan kebersamaan, kesejawatan sekaligus dapat meningkatkan kepedulian kepada masyarakat. Maka pengalamannya yang sangat panjang dalam berorganisasi selama ini menuntun dia untuk membuat kegiatan apa yang disebut medical camp.

Adalah pertengahan bulan Februari 2018 yang silam segenap anggota Ikatan Dokter Indonesia wilayah Riau yang berjumlah sekitar 700-an orang, di bawah komando dr.Zul Asdi bersempena mengadakan sebuah kegiatan yang diluar kebiasaan. Kegiatan Apa itu ? Mereka menyebutnya Riau Medical Camp (RMC).

RMC adalah sebuah kegiatan para dokter  di provinsi Riau melakukan kemping bersama di Bumi Perkemahan Tengku Buang Asmara, kabupaten Siak. Sebuah Bumi perkemahan (Buper) yang bertaraf internasional yang terletak di kabupaten Siak. Kenapa bertaraf Internasional? Karena semua sarana dan prasarana yang disediakan  berstandar internasional,  buktinya Bumi perkemahan ini sudah sering digunakan sebagai bumi perkemahan  pramuka baik dari anak pramuka  Indonesia maupun anak pramuka Malaysia.  

Kegiatan RMC ini memadukan kepedulian para dokter Riau kepada masyarakat Riau dan memupuk kebersamaan sesama teman sejawat. Memupuk kebersamaan sesama teman sejawat didedahkan dengan kemping pada hari Sabtu dan Minggu (Persami). Dalam persami ini diadakan acara yang merekatkan kebersamaan. Dalam acara ini dibuat kegiatan mempererat tali persudaraan, jalinan silaturahim antar sesama  IDI cabang. Atau antara IDI cabang dengan IDI wilayah. Dengan acara Persami ini silaturahim antara sesama teman sejawat dokter se Riau semakin erat.

RMC ini juga ditujukan untuk memupuk kepedulian terhadap masyarakat Riau. Dalam RMC ini, pada hari keduanya semua dokter yang menjadi peserta  tadi akan melakukan pengabdian kepada masyarakat suku terasing di wilayah kabupaten Siak. Tepatnya di desa Penyengat Kecamatan Sei Apit. Di desa Penyengat Sei Apit ini terdapat mayarakat suku terasing yang dinamakan Suku Anak Rawa. Jumlah penduduk di desa Penyengat ini sekitar 1.456 jiwa sedangkan jumlah Suku Anak Rawa sekitar 40%nya. Pekerjaan Suku Anak Rawa adalah petani dan nelayan. Di desa tetangganya yang berbatasan dengan Kabupaten Meranti juga ada suku terasing lainnya, mereka menyebut suku Akit. Masyarakat suku Akit ini disebutkan lebih banyak sebagai nelayan.

Pada hari Minggu, 11 Februari 2018, disinilah para dokter se-Riau melakukan pengabdian masyarakat dalam berbagai kegiatan seperti pengobatan massal dengan menurunkan full tim, maksud saya dengan berbagai macam dokter spesialis, seperti dokter  spesialis penyakit Dalam, dokter spesialis Paru, dokter Kulit, dokter THT, dokter Kandungan, dokter Anak, dan lainnya.  selain pengobatan ada juga kegiatan penyuluhan tentang dipteri, kemudian ada pemberian jamban sehat atau sumur Bor sebagai sumber air bersih.

Kegiatan RMC ini terbilang sangat sukses. Buktinya kegiatan tersebut sangat diapresisi oleh kepala daerah kabupaten Siak dan juga Gubernur Riau. Masyarakat suku terasing juga sangat berterima kasih dengan sentuhan pengobatan oleh dokter se-Riau ini. Mereka minta diadakan setiap tahun. karena kegiatan ini sangat menyentuh kesehatan masyarakat.

Disebabkan begitu suksesnya acara ini, di apresiasi oleh kepala daerah, di hadiri ratusan masyarakat maka Zul Asdi berpikiran akan menaikan derajat Riau Medical Camp ini menjadi Jambore Medical Indonesia. Ya sebuah Jambore Medical Indonesia bertaraf nasional dan ini mungkin yang pertama di Indonesia. Ya sebuah mimpi yang punya peluang untuk di perjuangkan.

Begitulah agaknya salah satu pokok pikirannya dalam memadukan rasa kebersamaan, kesejawatan dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, terutama masyarakat suku terasing.

Dan tahun ini, 2022, setelah 4 tahun yang lalu, Medical Camp akan diadakan lagi di daerah wisata  Candi Muara Takus kampar, Riau. acara ini mungkin juga merupakan acara perpisahan dengan sang ketua akan mengakhiri masa jabatan keduanya sebagai ketua IDO wilayah Riau. 


Semoga sukses.

*Penulis adalah Koordinator Media, Medsos dan Document IDI Wilayah Riau periode 2019-2022

HYMNE IDI


 

MARS IDI


 

Ciptaan dr. Nazardi Oyong, Sp.A

Featured Post

PUASA OBAT STRES

dr. Jondri Akmal, MARS => Dokter dan Praktisi Kesehatan Era sekarang identik dengan zaman kemajuan. Zaman kini sama dengn era tekhnol...