Wikipedia

Hasil penelusuran

Sabtu, 08 April 2023

PUASA OBAT STRES

dr. Jondri Akmal, MARS => Dokter dan Praktisi Kesehatan
Era sekarang identik dengan zaman kemajuan. Zaman kini sama dengn era tekhnologi mutakhir. Tatkala hidup di era kekinian membuat hidup kita semakin mudah, namun tak ada yang menyangkal bahwa hidup dalam era ini justru membuat kasus stress semakin meningkat. Kok bisa begitu? Seharusnya bila hidup semakin mudah seharusnya tekanan hidup atau stress semakin berkurang. Tetapi kok banyak yang stress? Sekarang mari kita lihat dulu beberapa fakta. Menurut penelitian dengan metode jajak pendapat terhadap 3000 orang di negara Lady Diana menyebutkan bahwa para pekerja di Inggris itu mengalami stress lebih banyak, yakni lima jam perminggu disebabkan gangguan tekhnologi. Contoh gangguan itu seperti bunyi telepon atau dering hape, kertas struk habis, tinta printer habis disaat pekerjaan sangat banyak, sampai-sampai orang banyak stress melihat dan membaca komentar di media socialnya (Fb, IG, Tik Tok). Fakta kedua, riset yang dilakukan oleh Pew Research Centre di Washinton DC tahun 2015, terhadap 1.800 orang pengguna twitter. Di sebutkan perempuan lebih sering mengalami stress dibandingkan laki-laki. Fakta ketiga, dikaitkan dengan besarnya jumlah atau frekuensi pengguna media sosial di dunia ini. Para peneliti mengkaji kecemasan yang muncul disebabkan oleh media sosial ditandai dengan perasaan gelisah, khawatir dan susah tidur serta hilang konsentrasi. Penelitian itu juga menemukan bahwa orang-orang yang menggunakan 7 atau lebih jenis media social menderita tiga kali atau lebih gangguan kecemasan dibandingkan mereka yang hanya menggunakan 0-2 kali media social. Dari fakta di atas dapat kita tarik benang merahnya bahwa kemajuan tekhnologi mempunyai dampak negative terhadap gangguan mental, jiwa orang yang menggunaknya terutama gangguan stress tadi. Lalu apa yang mesti dilakukan agar bisa di minimalisir, apalagi kita dalam bulan ramadhan. Benar puasa yang kita lakukan bisa berpengaruh terhadap pengurangan stress di atas. Apakah benar puasa obat stress? Menurut dr.Suhaila ghulom seorang konsultan Psikiater senior di Hamad Medical Corporation menyebutkan bahwa puasa dapat membantu beberapa orang mengatasi stress. Bagaimana hal tersebut dapat diterangkan. Pertama, Dengan puasa ternyata dapat membantu menurunkan kadar hormone kortisol yang bertanggung jawab terhadap terjadinya stress. sebaliknya puasa juga merangsang munculnya hormone endorphin “hormone bahagia” yang bisa meredakan rasa cemas. Selama beberapa hari pertama puasa tubuh akan melapaskan hormone bahagianya ini sehingga orang merasakan suasana hatinya sangat baik atau sangat mood. Bukan hanya hormone endorphin saja yang dilepaskan akibat berpuasa, tetapi ada hormone serotonin, NGF (zat kimia peningkat pertumbuhan sel saraf) dan BDNF (Protein yang merangsang neurogenesis) yang juga menciptakan suasana hati baik. Kedua, puasa bisa mengubah pikiran dan prilaku menjadi lebih baik. Orang yang stress atau depresi misalnya dia akan sering menyendiri. Nah dengan berpuasa dan melaksanakan ibadah pada malam harinya akan merubah prilakunya. Bukankah ibadah taraweh dilakukan berjemaah sehingga sifat menyendiri akan berkurang dan depresi akan hilang Ketiga, puasa dan ibadah lainnya akan meningkatkan interaksi sosial dan dapat berpengaruh terhadap ketenangan jiwa. Tak di pungkiri bahwa bila kita puasa lalu berbuka akan meningkatkan interaksi dengan orang lain. Kemudian ibadah lainnya misalnya taraweh, tadabur Al-Quran atau itikaf di masjid pasti mendorong terjadinya komunikasi, interaksi sosial diantara jemaah. Nah. Dengan interaksi sosial itu orang dapat mencurahkan keluh kesah yang dia rasakan dan dapat dukungan dari orang lain sehingga stress bisa hilang Keempat, puasa dan qiyamal laili yang dilakukan sepanjang Ramadhan berkontribusi pada ketenangan pikiran sehingga dapat mengurangi frustasi yang disebabkan oleh beban hidup. Kelima, Puasa dan banyak membaca Al-Quran akan menjadi obat yang ampuh untuk menghilangkan stress. Alquran juga sebagai Asy-Syifa atau penyembuh. Abduldaem Al-Kaheel dalam bukunya yang berjudul ”Al-Quran The healing Book” menjelaskan ada beberapa ayat yang bisa dibaca saat seseorang menderita sakit, misalnya ketika orang membaca ayat kursi maka mereka dapat sembuh dari beberapa penyakit. Allah akan memelihara orang yang membaca Al_Quran dari seluruh kejahatan, keburukan dan penyakit Membaca alquran dapat menenangkan jiwa dan batin sesuai dengan firman Allah SWT yang dinyatakan dalam surat Ara’ad pada ayat 28 : “Orang-orang yang beriman akan memiliki hati yang tenang dan tentram jika selalu mengingat dengan Allah SWT, maka ingatlah karena hanya dengan Mengingat-Nya hatimu menjadi tentram.” Rasullullah barsabda,”Barang siapa yang membaca dua ayat terakhir surat Al Baqarah malam hari, maka Allah akan melindunginya dari brbagai keburukan, penyakit dan rasa khawatir serta gelisah.
*Penulis adalah dokter dan Praktisi Kesehatan

Featured Post

PUASA OBAT STRES

dr. Jondri Akmal, MARS => Dokter dan Praktisi Kesehatan Era sekarang identik dengan zaman kemajuan. Zaman kini sama dengn era tekhnol...